Syarat Kedua Khutbah

Fiqih Nabi

Syarat Kedua Khutbah

1- Dilakukan setelah masuk waktu Dhuhur, karena shalat jum’at dan khutbahnya sebagai pengganti shalat dzuhur, sedang waktu shalat dzuhur masuknya setelah tergelincirnya mata hari.

2- Dilakukan dalam keadaan berdiri bagi yang mampu

3- Duduk antara kedua khutbah sekedar thuma’ninah. Sesuai dengan hadist dari Jabir bin Samrah ra, ia berkata: ”Bahwasanya Rasullah saw berkhutbah jum’at dalam keadaan berdiri, lalu duduk antara dua khutbah, kemudian berdiri,   membaca al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah” (HR Muslim)  

4- Dilakukan dalam keadaan suci dari kedua hadast

5- Suci pakaian, badan dan tempat dari najis, karena Rasulallah saw tidak berkhutbah jum’at kecuali dalam keadaan suci

6- Menutup aurat

7- Dilakukan berturut turut antara kedua khutbah dan shalat

8- Didengar oleh 40 orang sedikitnya

9- Rukun rukun khutbah harus diucapkan dalam bahasa Arab demi untuk menyeragamkan khutbah islam sedunia

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s